| Writer by. Gerry Way |
Perlu diketahui bawah untuk running sebuah system standard international tersertifikasi di dalam sebuah organisasi tidaklah mudah karena budaya organisasi berbeda-beda, sehingga melalui sumber daya manusia yang kompeten dan expert yang dimiliki organisasi untuk dapat menganalisis pola objective, effective, dan efficient agar sukses memberikan hasil yang signifikan bagi kelangsungan bisnis proses di dalam organisasi. Setelah pola ditemukan ada tahapan dimana tools administrasi yang mengunci secara legal disiapkan melalui instrument manual manajemen sistem lingkungan (EMS Manual), procedure, works instruction, checklist, form dan instrument pengendalian lainnya sebagai guidance didalam implementasi SML. Sehingga dari sisi administrasi sudah tersedia tinggal dibutuhkan sumber daya untuk menjalankan sistem dengan sistematis sesuai dengan klausal yang ada di dalam siklus sistem itu sendiri.
People competency menjadi bagian penting sebagai subject dalam menggerak konsep sebuah sistem sangat dibutuhkan agar pencapain yang menjadi ekspektasi organisasi dapat dilihat potret komitmen pengelolaan lingkungan itu sendiri, melalui audit sistem manajemen lingkungan yang diterapkan organisasi. Sehingga organisasi (Top Management) sangat membutuhkan perpanjangan tangan di dalam organisasi sebagai vocal point pada masing-masing department agar memastikan implementasi sistem manajemen lingkungan berjalan dan terpelihara secara berkesinambungan. Penunjukan people sebagai representatif masing-masing area dilakukan sesuai kebutuhan melalui memorandum penunjukkan people atau yang dikenal dengan istilah champion untuk diberikan training kompetensi terkait roles dan responsibility champion dalam membantu organisasi untuk menjalankan sebuah sistem standard international yang diterapkan organisasi.
Saat ini kita sudah berjalan hampir satu dekade dalam implementasi sistem manajemen lingkungan di organisasi Tangguh dengan continue melalui siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA) di dalam sistem itu sendiri. Perlu diingat bahwa waktu sepuluh tahun (decade) dalam implementasi SML di Tangguh bukan waktu yang singkat sehingga ada challenge untuk kita tetap menjalankan aktivitas rutinitas siklus sistem dan bergerak lebih maju untuk membuat objective target program yang Specific, Measurable, Achievement, Realistic, Time Frame (SMART) sehingga ini menjadi bargaining organisasi kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam mewujudkan label Eco Industry guna kepentingan image organisasi.
Best Regards Environmentalist, Gr - Way
