Senin, 18 Mei 2020

Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di LNG Tangguh

Writer by. Gerry Way
Kita sedang berada pada orientasi bisnis proses yang beroperasi dengan komitmen perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang termuat di dalam dokumen Analisis  Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai instrument telah kelayakan dalam pengambilan keputusan, guna terlaksananya kegiatan eksploitasi sumber daya alam melalui aspek legal ijin lingkungan untuk memenuhi kebutuhan market dan memberikan pundi-pundi keuangan guna stabilitas ekonomi negara. Ada kajian dan juga komitmen di dalam dokumen tersebut untuk mengadopsi sebuah konsep sistem standard internasional selama masa operasi, yang dikenal dengan nama Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 sebagai instrument pengendalian kegiatan agar tetap memperhatikan activity, aspect, impact dan operational control yang berpedoman pada kebijakan, regulasi, sistem manajemen lingkungan, teknologi dan soft skill.

Perlu diketahui bawah untuk running sebuah system standard international tersertifikasi di dalam sebuah organisasi tidaklah mudah karena budaya organisasi berbeda-beda, sehingga melalui sumber daya manusia yang kompeten dan expert yang dimiliki organisasi untuk dapat menganalisis pola objective, effective, dan efficient agar sukses memberikan hasil yang signifikan bagi kelangsungan bisnis proses di dalam organisasi. Setelah pola ditemukan ada tahapan dimana tools administrasi yang mengunci secara legal disiapkan melalui instrument manual manajemen sistem lingkungan (EMS Manual), procedure, works instruction, checklist, form dan instrument pengendalian lainnya sebagai guidance didalam implementasi SML. Sehingga dari sisi administrasi sudah tersedia tinggal dibutuhkan sumber daya untuk menjalankan sistem dengan sistematis sesuai dengan klausal yang ada di dalam siklus sistem itu sendiri.

People competency menjadi bagian penting sebagai subject dalam menggerak konsep sebuah sistem sangat dibutuhkan agar pencapain yang menjadi ekspektasi organisasi dapat dilihat potret komitmen pengelolaan lingkungan itu sendiri, melalui audit sistem manajemen lingkungan yang diterapkan organisasi. Sehingga organisasi (Top Management) sangat membutuhkan perpanjangan tangan di dalam organisasi sebagai vocal point pada masing-masing department agar memastikan implementasi sistem manajemen lingkungan berjalan dan terpelihara secara berkesinambungan. Penunjukan people sebagai representatif masing-masing area dilakukan sesuai kebutuhan melalui memorandum penunjukkan people atau yang dikenal dengan istilah champion untuk diberikan training kompetensi terkait roles dan responsibility champion dalam membantu organisasi untuk menjalankan sebuah sistem standard international yang diterapkan organisasi.

Saat ini kita sudah berjalan hampir satu dekade dalam implementasi sistem manajemen lingkungan di organisasi Tangguh dengan continue melalui siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA) di dalam sistem itu sendiri. Perlu diingat bahwa waktu sepuluh tahun (decade) dalam implementasi SML di Tangguh bukan waktu yang singkat sehingga ada challenge untuk kita tetap menjalankan aktivitas rutinitas siklus sistem dan bergerak lebih maju untuk membuat objective target program yang Specific, Measurable, Achievement, Realistic, Time Frame (SMART) sehingga ini menjadi bargaining organisasi kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam mewujudkan label Eco Industry guna kepentingan image organisasi.

Akhir kata dari saya sebagai close statement, jika prinsip utamanya adalah idea yang dibuat dan diturunkan dalam konsep standard international sistem manajemen lingkungan yang diimplementasikan organisasi, maka praksisnya kita di challange malakukan sesuatu yang lebih dari sekedar rutinitas siklus sistem itu sendiri melalui gagasan-gagasan situasional yang termuat di dalam objective target program yang SMART. Dan jika anda dipercayakan organisasi sebagai champions maka pastikan anda berpikir secara progressive untuk melihat opportunity dari pengalaman yang anda dampatkan sebagai champion.


Best Regards Environmentalist, Gr - Way





Minggu, 17 Mei 2020

Hak Hidup & Hak Pengelolaan Hidup Yang Berimbang

Writer By. Gerry Way
     Pada prinsipnya hidup kita harus terkoneksi antara idea, konsep dan praksis didalam kehidupan sehingga kita dapat memahami filosofis keseimbangan ekonomi, sosial dan ekologis dimanapun kita berada. Pikiran saya yang penuh tanya selalu ada keingintahuan yang lebih seperti kata ilmuwan abad ke - 21 Albert  Enstein "saya tidak punya bakat yang spesial yang ada hanya rasa ingin tahu yang lebih". Dalam pikir yang tak terbatas ini membuat ada tanya yang harus dicari sebuah kebenaran jawaban yang make sense untuk memberikan kepuasan batin tersendiri. Jika hak hidup adalah milik Tuhan maka hak mengelola kehidupan adalah milik saya dan anda sampai suatu saat hak hidup kita dicabut (roh kita kembali kepada Allah/ meninggal) disitulah akhir dari pengelolaan kehidupan yang dipercayakan Tuhan di dunia ini dihentikan/ selesai.

   Sebuah tanya dalam pikir, apakah hak pengelolaan kehidupan saya dan anda sudah kita maksimalkan sesuai Prinsipnya Allah Sang pemberi kehidupan...? dan jika Tuhan mempercayakan juga hak mengelola lingkungan untuk kelangsungan kehidupan dan peradaban umat manusia seperti dalam dasar kebenaran fiman-Nya di Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." ini merupakan prinsip kebenaran Allah yang memberikan kepercayaan hak hakiki untuk mengelola hidup. Jika prinsip pengelolaan lingkungan adalah keseimbangan sistem ekologi, pertanyaan saya mengapa harus ada keseimbangan dan bagaimana menjaga agar keseimbangan itu terpelihara continue untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan....?

    Keseimbangan adalah idea Tuhan yang sistematis dalam meciptakan langit dan bumi serta segala isinya, sehingga secara default itu sesuatu yang natural jika kita tidak mempertahankan keseimbangan itu maka tidak heran bencana sosial, ekonomi dan ekologis tejadi dimana-mana. hal prinsip yang kita butuhkan dalam menjaga keseimbangan atau menyelesaikan masalah lingkungan hidup tidak bisa hanya didekati secara teknik parsial melainkan persoalan holistik yang menyangkut aspek sosial dan moral. Akhirnya saya mau buat close statement jika keseimbangan adalah ide default Tuhan maka konsep pembangunan dan praksisnya harus berangkat dari idea dan prinsip utama agar terjaga keseimbangan lingkungan dengan mengelola aspek yang muncul melalui instrument pengedalian yang objective.

Best Regards Environmentalist Gr-Way



Sabtu, 16 Mei 2020

Dampak Plastik Terhadap Lingkungan

Dampak plastik terhadap lingkungan merupakan akibat negatif yang harus ditanggung alam karena keberadaan sampah plastik. Dampak ini ternyata sangat signifikan. Kemarin saya telah mengupload postingan tentang Bahaya Kemasan Plastik dan Kresek Post kali ini lebih menyoroti bahaya limbah plastik terhadap lingkungan.


Sebagaimana yang diketahui, plastik yang mulai digunakan sekitar 50 tahun yang silam, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun, dan 14 juta pohon ditebang.

Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut. Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai oleh tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan memberikan akibat antara lain:
  • Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
  • Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
  • PCB yang tidak dapat terurai meskipun termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.
  • Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.
  • Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu meyuburkan tanah.
  • Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
  • Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.
  • Hewan-hewan laut seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.
  • Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.
  • Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.
·  Sebagai tambahan pemahaman, saya beberkan beberapa fakta yang berkaitan dengan sampah plastik dan lingkungan:
  • Kantong plastik sisa telah banyak ditemukan di kerongkongan anak elang laut di Pulau Midway, Lautan Pacific  Sekitar 80% sampah dilautan berasal dari daratan, dan hampir 90% adalah plastik. 
  • Dalam bulan Juni 2006 program lingkungan PBB memperkirakan dalam setiap mil persegi terdapat  46,000 sampah plastik mengambang di lautan.
  • Setiap tahun, plastik telah ’membunuh’ hingga 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya.
  • Banyak penyu di kepulauan seribu yang mati karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur, makanan yang disukainya.
  • Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakarnya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna maka akan menjadi dioksin di udara.
  • Bila manusia menghirup dioksin ini manusia akan rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi.
Terus bagaima, ya...? Kita memang tidak mungkin bisa menghapuskan penggunaan kantong plastik 100%, tetapi yang paling memungkinkan adalah dengan memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Terakhir, mungkin perlu regulasi dari pemerintah untuk meredam semakin meningkatnya penggunaan plastik. 

Selamat Menyaksikan Video di bawah ini, Salam Gerry Way...!


Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di LNG Tangguh

Writer by. Gerry Way Kita sedang berada pada orientasi bisnis proses yang beroperasi dengan komitmen perlindungan dan pengelolaan lingk...