Minggu, 17 Mei 2020

Hak Hidup & Hak Pengelolaan Hidup Yang Berimbang

Writer By. Gerry Way
     Pada prinsipnya hidup kita harus terkoneksi antara idea, konsep dan praksis didalam kehidupan sehingga kita dapat memahami filosofis keseimbangan ekonomi, sosial dan ekologis dimanapun kita berada. Pikiran saya yang penuh tanya selalu ada keingintahuan yang lebih seperti kata ilmuwan abad ke - 21 Albert  Enstein "saya tidak punya bakat yang spesial yang ada hanya rasa ingin tahu yang lebih". Dalam pikir yang tak terbatas ini membuat ada tanya yang harus dicari sebuah kebenaran jawaban yang make sense untuk memberikan kepuasan batin tersendiri. Jika hak hidup adalah milik Tuhan maka hak mengelola kehidupan adalah milik saya dan anda sampai suatu saat hak hidup kita dicabut (roh kita kembali kepada Allah/ meninggal) disitulah akhir dari pengelolaan kehidupan yang dipercayakan Tuhan di dunia ini dihentikan/ selesai.

   Sebuah tanya dalam pikir, apakah hak pengelolaan kehidupan saya dan anda sudah kita maksimalkan sesuai Prinsipnya Allah Sang pemberi kehidupan...? dan jika Tuhan mempercayakan juga hak mengelola lingkungan untuk kelangsungan kehidupan dan peradaban umat manusia seperti dalam dasar kebenaran fiman-Nya di Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." ini merupakan prinsip kebenaran Allah yang memberikan kepercayaan hak hakiki untuk mengelola hidup. Jika prinsip pengelolaan lingkungan adalah keseimbangan sistem ekologi, pertanyaan saya mengapa harus ada keseimbangan dan bagaimana menjaga agar keseimbangan itu terpelihara continue untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini dan tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan....?

    Keseimbangan adalah idea Tuhan yang sistematis dalam meciptakan langit dan bumi serta segala isinya, sehingga secara default itu sesuatu yang natural jika kita tidak mempertahankan keseimbangan itu maka tidak heran bencana sosial, ekonomi dan ekologis tejadi dimana-mana. hal prinsip yang kita butuhkan dalam menjaga keseimbangan atau menyelesaikan masalah lingkungan hidup tidak bisa hanya didekati secara teknik parsial melainkan persoalan holistik yang menyangkut aspek sosial dan moral. Akhirnya saya mau buat close statement jika keseimbangan adalah ide default Tuhan maka konsep pembangunan dan praksisnya harus berangkat dari idea dan prinsip utama agar terjaga keseimbangan lingkungan dengan mengelola aspek yang muncul melalui instrument pengedalian yang objective.

Best Regards Environmentalist Gr-Way



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 di LNG Tangguh

Writer by. Gerry Way Kita sedang berada pada orientasi bisnis proses yang beroperasi dengan komitmen perlindungan dan pengelolaan lingk...